Kosa kata tersebut sudah diserap ke Bahasa Indonesia dan menjadi Kosa kata EYD. Salah satunya adalah kata kantor.
Ternyata perkataan kantor berasal dari bahasa Belanda “kantoor”. pengertiannya, sejak lebih dari dua puluh lima tahun yang lalu Prajudi (1976: 60) telah menjelaskan pengertian “kantor” berikut ini:
1. Kantoor berarti ruang atau kamar kerja, atau ruang tulis;
2. Markas, atau ruang (kompleks) di mana seorang pengusaha beserta stafnya menjalankan aktivitas-aktivitas pokoknya;
3. Biro atau tempat kedudukan pimpinan dari suatu administrasi;
4. Instansi, badan, jawatan, perusahaan.
Namun kata kantor juga biasa dipadankan dengan bahasa Inggris “Office”, sedangkan jika kita menggunakan padanan kata bahasa inggris dengan kata “office” maka bisa berarti:1. Kewajiban, tugas, fungsi (duty, task, function);
2. Jabatan (tenure of oficial position);
3. Markas atau ruang di mana seorang pengusaha dan stafnya menjalankan aktivitas usaha pokoknya (quarters, or staf or collective authority of company, government department, etc.);
4. Jasa pelayanan (service, kind help);
5. Tugas pekerjaan, komposisi dari urusan-urusan tertentu (the work which it is some body ’s duty to do, work, and duties);6. Tempat, gedung, yang dipakai sebagai pusat tempat kerja tata usaha (place, building, rooms, of business and clerical works).
Nah, dari berbagai pengertian perkataan “kantoor” dan perkataan “office” seperti tersebut di atas, kemudian kini berkembang di Indonesia dengan perkataan kantor.
Dimana pengertiannya lebih diartikan sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data/informasi.
Dalam hubungan ini yang dimaksud dengan penanganan adalah pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyimpanan data/informasi.
Sehingga dengan demikian pengertian kantor dapat dirumuskan sebagai berikut:
Pertama, Tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyampaian data/informasi;
Kedua, Proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian/penyampaian data/informasi.
Di samping pengertian kantor dalam arti tempat maupun proses seperti tersebut di atas, kantor juga sering diartikan sebagai sarana pemusatan kegiatan-kegiatan yang bersifat administratif atau tepatnya kegiatan kegiatan yang bersifat manajerial dan fasilitatif.
Kesimpulannya, dari uraian singkat di atas jelas bahwa pengertian kantor bisa dalam arti tempat; ini yang biasa disebut dalam arti statis. Kantor juga bisa dalam arti proses, ini yang biasa disebut dalam arti dinamis. Kantor juga bisa dalam arti sarana, ini yang biasa disebut dalam arti fungsional.
Akan tetapi, dalam arti yang manapun, sasaran utama dalam kegiatan kantor adalah penanganan data/informasi.
Untuk penanganan data/informasi ini jelas diperlukan bangunan atau ruangan, alat-alat dan perlengkapan lainnya untuk menunjang administrasi, biaya, serta tata laksana kerja. Semoga bermanfaat.
Source : https://www.abdidesa.com/2018/05/ternyata-kantor-kata-serapan-bahasa.html
#Ungkapan/kiasanUngkapan adalah sekelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur-unsur tertentu).
Sedangkan suffixes yang digunakan untuk verb adalah: -able/ible, -ent/-ant, -d, -ile, -ing, -ive, -at (-ory).Contoh:
Personal Pronoun (Kata ganti orang)
Contoh:Mr. Umar walks slowlyHis work is very wellStudent should work hard
Uncountable NounAdalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Cara menghitungnya dibutuhkan takaran, timbangan, meteran, ukuran, dsb.
Kalimat pasif bisa menggunakan kata by apabila betul-betul mengetahui subjeknya (pelakunya) atau bisa juga tanpa menggunakan by apabila tidak diketahui pelakunya atau tidak perlu diketahui pelakunya.
Kata benda memiliki 2 bentuk:
Akan tetapi karena huruf yang ada pada akhir kata itu bervariasi sehingga untuk membentuk kata benda jamak ini terdapat beberapa ketentuan sebagai berikut:
Dalam mencari akar kata dan mencari rumusan tasawuf secara tepat, ternyata tidak mudah nampaknya, kesulitan itu berpangkal pada esensi tasawuf sebagai pengalaman ruhaniyah, yang memang tidak mudah pula untuk dijelaskan dengan tepat melalui kata-kata. Masing-masing oang mengalaminya secara intuitif-individual, pertumbuhannya muncul di berbagai segmen dan kultur yang bervariasi, tumbuh dalam pengalaman spiritual yang mengacu pada kehidupan moralitas, tercantel pada nilai-nilai Islam. Secara umum, ciri khas tasawuf itu adalah: obsesinya kedamaian spiritual, pengetahuannya diperoleh memalui intuiasi, upaya meningkatkan kualitas moral, peleburan diri pada kehendak-Nya, dan dalam pengungkapan pengalamannya menggunakan symbol yang mengandung makna implicit.Istilah tasawuf berasal dari beragam isilah yang acap kali dimunculkan.Secara istilah, arti tasawuf ini dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu 1. Albiyadah, mnusia sebagai makhluk terbatas, maka tasawuf berarti mennyucikan diri dari pengaruh duniawi dan memusatkan perhatian pada tuhan 2. Al jahidah, manusia sebagai makhluk yang berjuang, maka tasawuf berarti upaya memperindah diri denga sifat terfuji dalam upaya mendekati tuhan. 3. Al mudzakoh, manusia sebagai makhluk yang bertuhan, maka tasawuf berarti kesadaran fitrah yang berupaya mendekati tuhan. Dengan begitu maka tasawuf berarti upaya membersihkan diri dari segala pengaruh benda untuk menuju tuhan. Secara istilah tasawuf diartikan pula dengan mistik. Maknanya secara istilah senantiasa bergeser sesuai dengan pergeseran fase perkembangannya. Definisinya antara lain adalah: a. Tasawuf berarti cara mendekati tuhan b. Tasawuf berarti bertekun beribadah dan zuhud terhadap apa yang diburu orang banyak c. Tasawuf berarti membersihkan diri (Qalb) dari hubbuddunia (Cantelan bersifat duniawi) melalu latihan spiritual (riyadhoh) yang sangat keras (Mujahadah) pada tahapan khusus (Makam) dan keadaan tertentu (Hal) untuk mencapai hakikat (bersama-Nya tanpa pamrih apapun) atas tuntunan seorang mursyid, yang mewrnai aktivitas rutin. d. Melalui kontemplasi, berupaya untuk; 1) Memperoleh kesadaran adanya kontak sang hamba dengan tuhannya 2) Hijab berangsur terbuka, menjadikan adanya titik terang cahaya al haq dalam qalb 3) Berlepas diri dari cantelan qalbu kepada dunia dan beralih cantelan qalbu kepada pemilik dunia. 4) Dari sisinya, dia sangat dekat kepada hamba, dan dari sisi hamba, tidak merasakan kedekatan itu. Dalam konteks ini, hamba berupaya untuk merasakan kedekatan itu.