Tampilkan postingan dengan label antara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2019

✅ Perbedaan Antara Kata Kiasan Majas Pribahasa Dan Slogan Abdi Desa

Bahasa Indonesia memiliki ragam kesusastraan. Banyak diantaranya digunakan oleh para pujangga dalam menuaikan tulisannya sebagai sebuah karya yang indah untuk dibaca. Penyair menggunakan kata-kata tersebut untuk menggambarkan imajinasi yang dituangkan ke dalam tulisan sehingga tulisannya menjadi indah. Para pembaca pun terbawa ke dalam tulisan tersebut.Nah, berbicara mengenai kesusastraan bahasa Indonesia, berikut beberapa kategori istilah yang sering digunakan para penyair dalam memperindah tulisannya.

image#Ungkapan/kiasanUngkapan adalah sekelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur-unsur tertentu).

Kata kiasan adalah kata-kata yang berbunga-bunga, bukan dalam arti kata yang sebenarnya; kata kiasan dipakai untuk mencari rasa keindahan dan penekanan pada pentingnya hal yang disampaikan.  (Wikipedia)

Antara istilah ungkapan dan kiasan sebenarnya memiliki arti yang sama. Maka dari itu ungkapan bisa disebut dengan kiasan. Karena ungkapan sebenarnya adalah sebuah kata yang memiliki makna kiasan.

Misalnya,banting tulang : (makna kiasnya) bekerja kerasKesempatan dalam kesempitan: (makna kiasnya) mencari kesempatan ditengah kesulitan orang lain.

Perbedaannya adalah, jika berbicara istilah ungkapan, maka berbicara satuan kata. Jika berbicara istilah kiasan, maka berbicara antara satuan kata dan kalimat.Misalnya,Engkau bagaikan rembulan Cita-citaku setinggi langitAyah bekerja setiap hari banting tulang untuk kepentingan keluarga (kalimat/teks kiasan)

Sederhananya, jika berbicara mengenari satuan kata seperti: keras kepala, banting tulang dll. Bisa kita sebut ungkapan atau bisa juga disebut kiasan. Tetapi apabila sudah berbentuk kalimat, maka kalimat tersebut adalah kalimat kiasan.

#MajasMajas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakain ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan cirri bahasa sekelompok penulis sastra penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tulisan. (Wikipedia)

Setiap penyair memiliki gaya bahasa masing-masing untuk menuangkan sebuah karya. Terkadang para penulis pun tidak mengetahui istilah dari apa yang mereka gunakan dalam tulisannya. Tujuannya adalah untuk memperindah sebuah tulisan, sehingga pembaca terhanyut ke dalam karya sastra tersebut. Rangkaian kata tersebut bisa seolah merendahkan sesuatu, melebih-lebihkan, benda mati seolah hidup dan lain sebagainya.

Ini kategori majas yang sering digunakan oleh para penyair bahasa Indonesia.Majas Personifikasi (benda mati seolah hidup)Misalnya, Suara petir Berteriak dalam kegelapan

Majas Hiperbola (Melebih-lebihkan)Misalnya, Cintaku sedalam lautan

Majas Litotes (Merendah-rendahkan)Misalnya, Rumahku hanya sebesar gubuk reot. (Faktanya rumah tersebut sebuah Istana)Majas Metafora (kalimat dengan menggunakan kata kiasan)Misalnya, Engkau adalah tulang punggung keluargaku; Engkau belahan jantung hatiku.Majas Ironi (Sindirian halus)Misalnya, Suaramu merdu seperti kaset kusut  

#PribahasaPribahasa adalah Suatu ungkapan yang memiliki arti tertentu dengan kalimat ringkas padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.

Misalnya,Mencari jarum dalam tumpukan jerami Seperti ayam kehilangan indukSeperti air diatas daun talasSeperti mendapat durian runtuhSeperti pungguk merindukan bulanTercoreng arang dikening 

#SloganSlogan adalah motto atau frase yang dipakai sebagai ekspresi sebuah ide atau tujuan yang mudah diingat.

Misal,Oleh rakyat untuk rakyatBhineka tunggal ika

NYSTV - The Book of Enoch and Warning for The Final Generation (Is that us) - Multi - Language


Source : https://www.abdidesa.com/2018/06/perbedaan-antara-kata-kiasan-majas.html

Jumat, 11 Januari 2019

➥ Cara Membedakan Antara Opini Dan Fakta Pada Teks Abdi Desa

imageTidak sedikit yang masih belum tahu dalam membedakan antara opini dan fakta. Sehingga akhirnya keliru dalam memahami sebuah teks.

Teks opini atau fakta penting untuk kita ketahui sebagai penyaring berita yang disimak.

Secara garis besar opini adalah pendapat seseorang. Sedangkan Fakta adalah sebuah kejadian yang benar terjadi sesuai keadaan.

Apabila pendapat tersebut dituangkan ke dalam teks, maka teks menjadi opini. Artinya maaih ada kemungkinan benar dan salahnya.

Namun sebaliknya. Jika kejadian dicatat sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Maka disebut teks fakta.

Hal mendasar untuk mengidentifikasi apakah teks tersebut berbentuk opini atau fakta adalah kata keterangan yang mengikutinya.

Opini diikuti oleh keterangan sifat yang mengikat.

Opini ini biasanya muncul pada pola susunan teks prasa dimana didalam susunan kata tersebut tidak memiliki kata kerja yang mutlak.

Selain itu, opini juga muncul pada kata benda yang diterangkan baik posisinya sebagai subjek maupun predikat.

Sebagai contoh:Perempuan yang berbaju hitam itu mirip Luna Maya

Dua kata ini memiliki unsur opini dan Fakta. Kalimat fakta tercantum pada teks awal. Kalimat selanjutnya berbentuk opini.

Mari kita simak penjelasannya.

Fakta adalah kebenaran yang absolut. Semua orang harus mengakui kebenarannya.

Pada teks pertama: Perempuan yang berbaju hitam itu. Ini berbentuk teks fakta dimana baju hitam adalah kenyataan yang terlihat secara jelas.

Jikapun dilihat oleh orang lain, maka merekapun akan tetap mengatakan baju hitam.

Berbeda halnya dengan teks kedua: Perempuan itu Mirip Luna Maya

Ini jelas teks opini karena ada kemungkinan belum tentu mirip Luna Maya jika dinilai oleh orang lain.

Disinilah perannya dimana ada dua unsur perbedaan pendorong untuk menilai sesuatu. Opini menggunakan rasa adapun fakta menggunakan panca.

Ada banyak teks yang bersebaran baik di medsos maupun di media lainnya. Dengan mengetahui perbedaannya semoga dapat menyaring setiap berita yang diterima.

Semoga artikel ini bermanfaat.


Source : https://www.abdidesa.com/2018/07/cara-membedakan-antara-opini-dan-fakta.html

Minggu, 06 Januari 2019

➢ Timbal Balik Antara Sekolah Keluarga Dan Masyarakat Abdi Desa

Pendidikan tidak mungkin lepas dari pengaruh lingkungan, Lingkungan pendidikan merupakan tempat manusia berinteraksi timbal balik sehingga kemampuannya dapat terus dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi.

Terdapat tiga yang paling utama, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat (biasa disebut tri pusat pendidikan).

image1. Keluarga

Terdapat  beberapa  definisi  keluarga, tetai  secara  umum  dapat  didefinisikan keluarga merupakan kelompok sosial  kecil  y ang  umumnya  terdiri  dari  ayah, ibu, dan anak. tiga  fungsi  yang  melekat  sebagai  ciri  keluarga,  yaitu;

1. Keluarga  merupakan tempat  lahirnya anakTerdapat anak oleh orang  tuanya  (fungsi biologis)

2. Dalam  keluarga  terjadi  hubungan sosial yang  penuh kemesraan dan afeksi  (fungsi afeksi)

3. Keluarga membentuk kepribadian anak

Keluarga juga memliki peran dalam pendidikan anak dan berpengaruh terhadap kepribadian anak. Hubungan seorang anak dengan orang tunya berlangsunng bertahun-tahun, dari seorang bayi, memungkinkan adanya identifikasi, imitasi, dan internalisasi kebiasaan, tindakan dan perilaku.

Bertahun-tahun terjadi interaksi dalam keluarga, disadari atau tidak, terjadi pola-pola khusus yang terjadi dalam satu keluarga yang berbeda dengan keluarga lainnya. Jadi, Rahayu (2011:72) dari hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa intensitas pendidikan oleh orang tua dalam kegiatan belajar anak memiliki pengaruh secara langsung terhadap prestasi anak. Faktor keterlibatan orang tua dalam mendidik anak termasuk faktor yang sangat penting.

Bloom (dalam Hasbullah, 2002) menyatakan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendidik anak menjadi penyebab kesuksesan belajar anak. Sementara itu, Heynes (1999) berpendapat bahwa sekolah sebenarnya suplemen dari rumah, artinya kedudukan sekolah pada dasarnya merupakan penopang pendidikan di rumah.

2. Sekolah

Vembriarto (1990:80) mengatakan bahwa keberadaan sekolah mempunyai dua aspek penting, yaitu aspek individual dan sosial.

Di satu pihak, keberadaan sekolah bertugas menciptakan kondisi yang memungkinkan perkembangan pribadi anak secara optimal.

Di pihak lain, sekolah bertugas mendidik agar anak mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Secara lebih terperinci, Vembriarto menambahkan bahwa ada empat fungsi sekolah, yaitu transmisi budaya masyarakat, menolong individu memilih dan melakukan peran sosialnya, menjamin integrasi sosial, serta sebagai sumber inovasi sosial.

Transmisi budaya masyarakat terjadi salah satunya di sekolah, tentunya budaya yang dianggap baik dan mencerminkan nilai-nilai masyarakat. Transmisi budaya terjadi melalui materi-materi di sekolah maupun contoh-contoh dalam proses pembelajaran.

Selain itu, perjumpaan peserta didik dengan peserta didik lainnya, peserta didik dengan pendidik, atau peserta didik dengan lingkungan sekolah juga merupakan media transmisi budaya. Adanya transmisi budaya yang baik dan berhasil, masyarakat tidak akan bingung dengan peran sosialnya dan adanya integrasi sosial yang kuat merupakan prasyarat sekaligus sumber inovasi sosial.

3. Masyarakat

Pada umunya manusia dilahirkan seorang diri. Tetapi hidup bermasyarakat menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Dinamika dan proses kehidupan bermasyarakat terus terjadi sepanjang masa.

Keterlibatan masyarakat secara luas dalam pendidikan membantu mengidentifikasi dan memperoleh dukungan bagi nilai-nilai yang diajarkan. Lickona (2012:581) menyatakan bahwa sistem sekolah yang mencoba untuk meletakkan suatu program nilai pada tempatnya tanpa menginformasikan dan melibatkan masyarakat sering kali menghadapi reaksi yang tidak baik, kesalahpahaman, kecurigaan dan perlawanan.

Permaculture and Community: LILAC Green Cohousing


Source : https://www.abdidesa.com/2018/11/timbal-balik-antara-sekolah-keluarga.html