Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2019

✔ Cara Menentukan Jenis Cerpen Dan Fabel Dalam Teks Abdi Desa

Cerpen dan fabel memiliki kesamaan unsur. Yang membedakan hanyalah penggunaan tokohnya saja. Apabila cerpen menggunakan tokoh langsung, tetapi untuk fabel sendiri menjadikan binatang sebagai penokohan cerita.

Cerpen dan fabel merupakan jenis prosa fiksi yang memiliki unsur pembangun yang sama. Berikut unsur-unsur pembangun cerpen dan fabel.

Arsip madrasah - Menentukan bagian Cerpen dan Fabel#Perwatakan

Yaitu cara pengarang menggambarkan watak tokoh (penokohan).

Penokohan, perwatakan, atau karakter tokoh dapat digambarkan dengan dua cara sebagai berikut.

  • Teknik analitik, karakter tokoh diceritakan secara langsung oleh pengarang. 
  • Teknik dramatik, karakrer tokoh dikemukakan melalui: 
  • Penggambaran fisik dan prilaku tokoh,
  • Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh,
  • Penggambaran tindakan tokoh,
  • Penggambaran jalan pikiran tokoh,
  • Penggambaran oleh tokoh lain, dan
  • Penggambaran melalui dialog antar tokoh. 
  • #Latar

    Yaitu keterangan tentang tempat, waktu dan suasana

    #Alur

    Yaitu rangkaian peristiwa yang membentuk cerita dengan dasar hubungan sebab akibat.

    #Tema

    Yaitu pokok pikiran pengarang

    #Amanat

    Yaitu pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang

    #Gaya bahasa

    Yaitu Corak pemakaian bahasa#Sudut pandang

    Yaitu cara pandang seorang pengarang. Pada sudut pandang sendiri terbagi ke dalam 3 bagian:

    a. Sudut pandang orang ketiga

    Yaitu pengisahan cerita yang menjadikan pengarang sebagai orang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama diri atau kata ganti orang ketiga.

    Kata ganti tersebut misalnya: Delia, Rahmat, Ia, Dia dan Mereka.

    b. Sudut pandang orang pertama

    Dalam pengisahan cerita yang mempergunakan pengarang sebagai orang pertama yang ikut terlibat dalam cerita. Biasa menggunakan tokoh "aku", atau mengisahkan pengalaman sendiri.

    c. Sudut pandang campuran

    Yaitu pengarang menggabungkan penggunaan sudut pandang orang ketiga dan sudut pandang orang pertama.

    Contoh teks:Dian dan Dani sedang terlibat perbincangan yang serius di kantin. "Proposal kegiatan sosial kemarin disimpan siapa ya?" Tanya Dani. Dian yang ditanya mengatakan tidak tahu. Mendengar jawab itu, Dani semakin emosi. "Kamu kan sekretaris OSIS. Inikan tugasmu!" Kata dan dengan suara keras.

    Watak tokoh Dani adalah... (UN 2015/2016)a. Tak acuhb. Pedulic. Tegas

    PembahasanDalam hal ini kita tahu bahwa watak tokoh Dani tak acuk (tak peduli). Watak tersebut ditunjukan pada kalimat mengatakan tidak tahu.

    Semoga informasi ini bermanfaat, dan menambah wawasan kita.

    Sumber: Buku smart (solusi menghadapi ujian)

    NYSTV - Ancient Aliens - Flat Earth Paradise and The Sides of the North - Multi Language


    Source : https://www.abdidesa.com/2018/06/cara-menentukan-jenis-cerpen-dan-fabel.html

    Kamis, 03 Januari 2019

    ➤ Pengertian Ciri Ciri Dan Unsur Dalam Cerpen Lengkap Abdi Desa

    Cerpen adalah bentuk akronim dari cerita pendek yang berisi naratif fiktif. Cerpen memiliki gaya penulisan yang singkat, padat dan langsung pada tujuannya.

    Cerpen merupakan bagian dari salah satu tulisan karya sastra yang mengisahkan manusia serta seluk beluknya melalu tulisan pendek yang singkat. Biasanya cerpen mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman saja.

    Perbedaan mendasar cerpen dengan karya sastra lainnya seperti novel, dsb. Adalah kecendrungan yang terfokus untuk mengisahkan pada satu tokoh saja. Cerita yang dipaparkan berpusat pada satu cerita utuh dengan tokoh utama yang dominan.

    Mari kita simak Pengertian cerpen menurut para ahli

    imageSumardjo dan Saini“Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat”.

    Menurut KBBI“Cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut”.

    Adapun menurut Nugroho NotosusantoCerpen atau cerita pendek yaitu sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan hanya 17 hlm kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.

    Hendy“Cerpen ialah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung kisahan tungal”.

    Aoh. K.H“Cerpen merupakan salah satu karangan fiksi yang biasa disebut juga dengan kisahan prosa pendek”.

    J.S. Badudu“Cerpen merupakan cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja”.

    H. B. Jassin“Cerpen ialah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian”.

    Struktur Cerpen1. Abstrak

    Abstrak adalah gambaran awal cerita dan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.

    2. Orientasi

    Orientasi adalah pemakaian setting waktu, suasana, dan tempat kejadian dalam alur cerpen.

    3. Komplikasi

    Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.

    4. Evaluasi

    Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.

    5. Resolusi

    Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.

    6. Koda

    Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.

    Unsur Intrinsik Cerpen

    1. TemaTema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

    2. Alur / Plot

    Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.

    3. Setting

    Setting berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.

    4. Tokoh

    Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.

    5. Penokohan

    Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:

    Metode analitik yaitu suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.

    Ciri-Ciri Cerpen

  • Jalan ceritanya lebih pendek dari novel
  • Setidak-tidaknya kurang dari 10.000 kat
  • Biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari
  • Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja.
  • Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesainnya.
  • Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca.
  • Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut.
  • Biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan.
  • Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.
  • Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat
  • Unsur Ekstrinsik Cerpen

    Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen.

    1. Latar Belakang Masyarakat

    Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.

    2. Latar Belakang Pengarang

    Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.

    3. Biografi

    Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.

    4. Kondisi Psikologis

    Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.

    5. Aliran Sastra

    Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.

    Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).

    6. Sudut PandangAdalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:

    6.1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku UtamaDalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.Contoh:

    pagi yang kelam, aku terpaksa tidur dalam emperan untuk tetap bertahan hidup...6.2. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

    Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya.

    Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.

    Contoh:Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.6.3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu

    Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya. Contoh:

    Ketika hujan mulai reda, dia kembali datang menemui kakek itu… 6.4. Sudut Pandang Orang Ketiga

    Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja. Contoh:

    Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.

    7. Amanat

    Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.

    Nah itulah pengertian, unsur dan ciri ciri cerpen. Semoga bermanfaat

    Mengenal Virus Corona


    Source : https://www.abdidesa.com/2019/10/pengertian-ciri-ciri-dan-unsur-dalam.html