Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2019

➤ 10 Skill Guru Hadapi Siswa Di Kelas Abdi Desa

Seorang guru tentu saja dituntut, selain dalam pengetahuannya, juga metoda yang akan disampaikan di ruang kelas agar suasana menjadi hidup dan menyenangkan. Apabila sudah tercipta suanana yang menyenangkan maka siswapun ikut menikmati setiap suguhan yang diberikan, mereka lupa dengan durasi waktu jam pelajaran. Tentu saja setiap guru bangga apabila anak didiknya ikut mengikuti materinya sampai selesai. Tetapi Sebaliknya, apabila tidak pandai untuk mensiasatinya, maka timbul rasa kecemasan dalam jiwa seorang siswa. Kecemasan ini bisa berakibat fatal pada perkembangan kognitif siswa. suasana dalam ruangan pun tidak berasa nyaman. baik bagi guru yang menyampaikan pelajaran, maupun bagi siswa.Nah, artikel kali ini kami sampaikan pendapat seorang pakar pendidikan terkait dengan kecemasan siswa dan 10 langkah untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat.Menurut Sieber e.al. (1977) seorang pakar edukasi mengungkapkan bahwa kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seorang siswa, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti: gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan.imageMengingat dampak negatifnya terhadap pencapaian prestasi belajar dan kesehatan fisik atau mental siswa, maka perlu ada upaya-upaya tertentu untuk mencegah dan mengurangi kecemasan siswa di sekolah, diantaranya dapat dilakukan melalui:#Student PurposedMenciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran dapat menyenangkan apabila bertolak dari potensi, minat dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan hendaknya berpusat pada siswa, yang memungkinkan siswa untuk dapat mengkspresikan diri dan dapat mengambil peran aktif dalam proses pembelajarannya.#Sense of HumorSelama kegiatan pembelajaran berlangsung guru seyogyanya dapat mengembangkan “sense of humor” dirinya maupun para siswanya. Kendati demikian, lelucon atau “joke” yang dilontarkan tetap harus berdasar pada etika dan tidak memojokkan siswa.#GameMelakukan kegiatan selingan melalui berbagai atraksi “game” atau “ice break” tertentu, terutama dilakukan pada saat suasana kelas sedang tidak kondusif.. Dalam hal ini, keterampilan guru dalam mengembangkan dinamika kelompok tampaknya sangat diperlukan.#OutdorSewaktu-waktu ajaklah siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga dalam proses pembelajaran tidak selamanya siswa harus terkurung di dalam kelas.#Easy UnderstandingMemberikan materi dan tugas-tugas akademik dengan tingkat kesulitan yang moderat. Dalam arti, tidak terlalu mudah karena akan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan kurang tertantang, tetapi tidak juga terlalu sulit yang dapat menyebabkan siswa frustrasi.#HumanisticMenggunakan pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas, dimana siswa dapat mengembangkan pola hubungan yang akrab, ramah, toleran, penuh kecintaan dan penghargaan, baik dengan guru maupun dengan sesama siswa. Sedapat mungkin guru menghindari penggunaan reinforcement negatif (hukuman) jika terjadi tindakan indisipliner pada siswanya.#AssessmentMengembangkan sistem penilaian yang menyenangkan, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self assessment) atas tugas dan pekerjaan yang telah dilakukannya. Pada saat berlangsungnya pengujian, ciptakan situasi yang tidak mencekam, namun dengan tetap menjaga ketertiban dan objektivitas. Berikanlah umpan balik yang positif selama dan sesudah melaksanakan suatu asesmen atau pengujian.#InspiringDi hadapan siswa, guru akan dipersepsi sebagai sosok pemegang otoritas yang dapat memberikan hukuman. Oleh karena itu, guru seyogyanya berupaya untuk menanamkan kesan positif dalam diri siswa, dengan hadir sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, cerdas, penuh empati dan dapat diteladani, bukan menjadi sumber ketakutan.#Sarana & PrasaranaPengembangan menajemen sekolah yang memungkinkan tersedianya sarana dan sarana pokok yang dibutuhkan untuk kepentingan pembelajaran siswa, seperti ketersediaan alat tulis, tempat duduk, ruangan kelas dan sebagainya. Di samping itu, ciptakanlah sekolah sebagai lingkungan yang nyaman dan terbebas dari berbagai gangguan, terapkan disiplin sekolah yang manusiawi serta hindari bentuk tindakan kekerasan fisik maupun psikis di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru, teman maupun orang-orang yang berada di luar sekolah.#ConselingMengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai kekuatan inti di sekolah guna mencegah dan mengatasi kecemasan siswa Dalam hal ini, ketersediaan konselor profesional di sekolah tampaknya menjadi mutlak adanya.Melalui upaya – upaya di atas diharapkan para siswa dapat tumbuh dan berkembang  menjadi individu yang sehat secara fisik maupun psikis, yang pada gilirannya dapat menunjukkan prestasi belajar yang unggul.

SD TEKAD MULIA


Source : https://www.abdidesa.com/2019/03/10-skill-guru-hadapi-siswa-di-kelas.html

Kamis, 03 Januari 2019

✔ Pengertian Dan Fungsi Buku Induk Siswa Dokumen Wajib Akreditasi Sekolah Abdi Desa

Setiap penyelenggara pendidikan wajib memiliki buku induk siswa. Rujukan penting bagi assesor untuk melihat data identitas siswa, perkembangan, dan data lainnya yang berkaitan dengan siswa dari mulai masuk sampai nanti sebagai alumni.

Buku induk Siswa adalah kumpulan daftar nama siswa sepanjang masa dari sekolah tersebut. Setiap siswa harus dicatat dalam buku besar yang biasa disebut buku induk siswa atau buku pokok.

Catatan dalam buku induk siswa harus lengkap yang meliputi data dan identitas siswa. Data-data tersebut diambil dari formulir pada saat pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Selain dari identitas siswa yang meliputi nama orang tua dll., dalam buku induk juga berisi nomor induk siswa, nomor induk siswa nasional, nomor kode sekolah, keterangan orangtua/wali siswa, dan prestasi belajar siswa (daftar nilai raport) dari tahun ke tahun selama siswa tersebut belajar di sekolah.

Catatan dalam buku induk harus jelas, dan ini merupakan tanggung jawab Kepala Sekolah yang penggarapannya bisa diserahkan kepada pegawai sekolah.

imageSeberapa Penting Data ini Untuk Sekolah?Jika kita merujuk pada pengertian tadi berarti setiap ada siswa baru maka sekolah wajib menginput data lengkap siswa tersebut ke dalam buku induk.

Begitupun apabila sudah keluar nilai raport. Maka wali kelas wajib menyalin hasil belajar siswa ke dalam buku induk tersebut.

Setiap buku induk siswa harus diisi dengan selengkap-lengkapnya dan sejelas mungkin. Pasalnya, kelengkapan data ini sangat penting dalam berbagai kasus tertentu, seperti:

  • Menentukan siswa yang berhak memperoleh dana bantuan
  • Mengetahui perkembangan jumlah siswa dari tahun ke tahun
  • Memahami kondisi siswa terutama bagi yang memiliki masalah baik akademik maupun nonakademik
  • Memenuhi keterangan pihak tertentu seperti kepolisian sebagai pemenuhan keterangan untuk kejadian tertentu
  • Dan lain-lain.
  • dan yang terpenting adalah apabila ada kejadian kasus dimana alumni misalkan yang sudah puluhan tahun telah lulus di sekolah tersebut mengalami kehilangan ijazah.

    Nah data otentik yang bisa menjadi bukti untuk dibuatkan keterangan adalah buku induk siswa tadi. Dengan mengacu pada, apakah siswa tersebut tercatat dari mulai masuk sampai keluar.

    Selain itu, buku induk juga sebagai dokumen rujukan utama untuk bahan akreditasi.

    Biasanya para assesor melihat ke dokumen buku induk untuk pengecekan data siswa berjalan. Dengan itu, mereka akan bisa menyimpulkan perkembangan siswa selama berada di sekolah tersebut.

    Selain untuk bahan akreditasi, berkaca pada kasus yang diuraikan tadi. Buku induk siswa juga dapat dirasakan manfaatnya oleh para siswa di kemudian hari apabila ada kejadian yang tidak terduga.

    Saat ini buku untuk sudah mulai dibuat secara online. Namun ada juga beberapa sekolah yang masih mempertahankan buku manual induk siswa.

    Untuk sekolah Negeri biasanya sudah disediakan oleh Dinas format isian buku induk siswa. Dan untuk sekolah swasta bisa membuat sendiri dengan mempertimbangkan rujukan dari buku induk siswa yang sudah beredar dan yang dikeluarkan oleh dinas.

    Semoga artikel ini bermanfaat untuk dijadikan sebagai rujukan pengetahun tentang pengertian dan fungsi buku induk, dokumen penting untuk bahan akreditasi.

    Calling All Cars: The Flaming Tick of Death / The Crimson Riddle / The Cockeyed Killer


    Source : https://www.abdidesa.com/2019/10/pengertian-dan-fungsi-buku-induk-siswa.html